Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Senin, 05 Februari 2018

PENDIDIKAN DAERAH TERPENCIL


Pendidikan adalah suatu hal yang mutlak bagi warga negara Indonesia. Pendidikan adalah jalan yan terbaik untuk meningkatkan taraf kehidupan sebuah generasi tak terkecuali di Indonesia. Dimana Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki kemajemukan dalam berbagai dimensi kehidupan, baik strata sosio-kultur, politik, ekonomi, juga kondisi geografis dan topografi alamnya.
Perbedaan yang dimiliki masyarakat bangsa Indoensia itu di suatu pihak menjadi  kebanggaan, tetapi di lain pihak menjadi penghambat dalam menjalankan roda pembangunan bangsa, khususnya pembangunan di dunia pendidikan.

Pendidikan di Indonesia belum merata. Kesenjangan kualitas pendidikan antara di kota dengan di daerah terpencil masih tinggi. Masih banyak sekolah-sekolah di daerah terpencil yang masih belum mendapat  perhatian khusus dari pemerintah Indonesia.
Bangunan  sekolah  yang megah di perkotaan dengan  fasilitas sarana dan prasarana belajar mengajar  yang begitu lengkap  menjadi  hal  wajib. Akan  tetapi, semua itu  menjadi  hal  yang  langka  ketika  kita  membandingkan dengan  kondisi sekolah-sekolah di daerah terpencil.

Berbagai masalah yang menghambat proses pendidikan di suatu daerah terpencil masih sering muncul. Masih kurangnya sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana ini meliputi gedung sekolah beserta isinya, peralatan-peralatan sekolah yang menunjang proses belajar mengajar di suatu sekolah, atau lembaga tempat belajar, dan kualitas tenaga didik.
Selain itu terdapat beberapa masalah lainnya yaitu, distribusi tidak seimbang, insentif rendah, kualifikasi dibawah standar, guru-guru yang kurang kompeten, serta ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang ditempuh, penerapan kurikulum di sekolah belum sesuai dengan mekanisme dan proses yang standarkan.
Permasalahan lainnya adalah angka putus sekolah juga masih relatif tinggi. Serta pola pembelajaran anak yang masih konvensional, sebab guru hanya menerangkan secara ceramah tanpa ada inovasi atau modifikasi sistem pembelajaran.
Sehingga tidak ada fasilitas yang cukup memadai untuk menunjang kemajuan proses belajar mengajar yang mereka lakukan, dan juga tenaga didik yang mengajar dengan ilmu yang seadanya.

Kondisi tersebut menjadi  kondisi  yang  lumrah di daerah terpencil  tapi di satu sisi menjadi  hal  yang  tabu di perkotaan.  Tak banyak yang mengetahui atau peduli dengan nasib pendidikan anak-anak di daerah perbatasan. Banyak anak diperbatasan Nusantara yang bernasib malang karena tak dapat memperoleh pendidikan yang bermutu.

Semua kondisi dan masalah ril yang ada di daerah terpencil menjadi masalah bersama yang menggugah rasa nasionalisme kita untuk mengatasinya. Dalam perpektif ini rasa nasionalisme yang kita bangun terbentuk melalui kesadaran universal dari seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama memberi prioritas bagi percepatan pelayanan pendidikan dan peningkat mutu pendidikan di daerah terpencil tersebut.
Kita tidak lagi memikul senjata untuk menentang segala bentuk kolonialisme dari luar tetapi kita membangun semangat nasionalisme untuk merasakan dan mengambil sikap kongkret dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi anak-anak bangsa ini, terutama anak-anak bangsa yang terhimpit dan terlantar di balik deratan bukit dan lembah atau yang berada di daerah yang terisolir dan tertinggal. 

Undang-Undang Guru dan Dosen

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005  ttg guru dan dosen mewajibkan tiap guru untuk bergabung dengan salah satu organisasi guru. Salah satu organisasi profesi guru tersebut adalah Ikatan Guru Indonesia yang sudah berdiri di 34 propinsi di Indonesia dan memiliki 67 kanal pelatihan guru


Rabu, 31 Januari 2018

SOAL UAS BAHASA INGGRIS SMP

Silahkan soal berikut ini dengan teliti

Selasa, 30 Januari 2018

Video Mars IGI


Hasil gambar untuk ikatan Guru Indonesia 


Video Mars IGI

Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus


13 Cara Menangani Anak Berkebutuhan Khusus

Mendidik dan menangani anak-anak sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang tua. Untuk itu pentingnya orang tua mengetahui karakter anak sedari dini agar bisa berpengaruh pada masa depannya. Namun bagaimana jika anak-anak anda masuk ke dalam kategori anak kebutuhan khusus, tentu saja anda harus memiliki cara penanganan yang berbeda dibandingkan anak normal pada umumnya.

Senin, 29 Januari 2018

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


6 Hal Penting Pendidikan Anak Usia Dini dan Menurut Para Ahli

Saat si Kecil memasuki usia pra sekolah, Kita mungkin mulai berpikir untuk mendaftarkannya ke playgroup atau kelompok bermain. Tetapi, apakah Kita sudah memahami tujuan utama memberikan si Kecil pendidikan anak usia dini?
 
Sebelumnya, Kita perlu mengetahui bahwa sejak tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mewajibkan setiap anak untuk mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) setidaknya selama setahun, sebelum masuk jenjang sekolah dasar (SD). PAUD dianggap sebagai tahapan penting bagi perkembangan setiap anak. Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), yang biasa disapa Prof. Reni mengatakan, kegiatan di PAUD dapat memberikan rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak usia pra sekolah.

Pendidikan yang diberikan untuk anak usia 3-6 tahun tidak hanya bertujuan mengenalkan anak pada bidang-bidang pelajaran ataupun melatihnya berinteraksi dengan anak sebaya. Lebih jauh dari itu, PAUD memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. Agar lebih jelas, simak berbagai manfaat yang akan dirasakan oleh si Kecil setelah mendapatkan pendidikan di playgroup atau TK berikut.

Memperkenalkan anak pada dunia sekolah
Pengalaman belajar di PAUD akan membantu anak untuk lebih siap dalam menerima pelajaran formal di bangku pendidikan selanjutnya (SD). Hal ini yang menjadi salah satu alasan UNESCO merekomendasikan setiap anak mendapatkan pendidikan anak usia dini pada usia pra sekolah.

Lingkungan belajar di sekolah tentu berbeda dengan lingkungan di rumah. PAUD dapat menjembatani perbedaan suasana di kedua tempat tersebut. Si Kecil akan belajar berinteraksi dengan anak sebayanya, mengikuti aturan yang ditetapkan di playgroup atau TK, belajar beradaptasi dengan rutinitas, dan sebagainya. Anak yang sebelumnya mendapatkan pendidikan di PAUD sering kali memiliki kekitapuan yang lebih baik dalam berkomunikasi saat sekolah. Hal ini dikarenakan ia sudah terbiasa untuk bermain, belajar, hingga makan bersama dengan teman yang memiliki usia sebaya.

Membiasakan anak terhadap kegiatan terstruktur
Meski bukan lembaga pendidikan formal, namun, kegiatan yang diadakan di playgroup atau TK dirancang khusus agar sesuai dengan fungsi pendidikan anak usia dini. Salah satu tujuannya adalah melatih anak agar terbiasa terhadap rutinitas dan kegiatan-kegiatan terstruktur. Misalnya, anak akan belajar berolahraga, berbaris, menyusun puzzle, dan sebagainya.
Mengajari anak untuk disiplin dan mengikuti peraturan
Di rumah, si Kecil tentu terbiasa bermain sesuka hati. Ia juga mungkin sudah terbiasa mengikuti “aturan” yang Kita tetapkan, yang biasanya tergolong lentur dibandingkan “aturan” yang terdapat di luar rumah. Nah, usia pra sekolah adalah saat yang tepat baginya untuk belajar mengikuti pola kegiatan maupun aturan lain di luar rumah. Mengikuti kegiatan pendidikan anak usia dini akan melatihnya beradaptasi dengan lingkungan baru dan peraturan baru. Ia juga akan belajar berbagi, mengantre, menunggu, dan memahami bahwa ternyata tidak semua hal yang ia inginkan bisa ia dapatkan. Dengan begitu, ia tidak akan kaget atau stres saat masuk SD dan harus belajar dalam situasi yang sangat terstruktur dan menuntut kedisiplinan.

Menumbuhkan imajinasi dan kreativitas
Anak usia dini belajar dengan cara bermain. Lembaga-lembaga penyediapendidikan anak usia dini merupakan tempat yang tepat untuk memfasilitasi kebutuhan si Kecil tersebut. Bila si Kecil  belajar dalam  suasana yang menyenangkan, akan lebih mudah baginya untuk menyerap berbagai bimbingan yang diberikan. Selain mempelajari berbagai keterampilan dasar untuk membaca dan menulis, si Kecil juga akan mendapatkan banyak rangsangan yang akan memancing imajinasi dan kreativitasnya.

Menanamkan nilai-nilai positif
Program kegiatan yang diadakan di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, toleransi, berbagi, dan sebagainya. Pada usia pra sekolah, anak belajar dengan cara bermain. Maka dari itu, kegiatan yang dilakukan di playgroup dan TK dirancang layaknya permainan, meski sebenarnya menyimpan maksud pembelajaran tertentu. Melalui berbagai permainan tersebut, si Kecil akan belajar tentang sopan santun, menghormati orang lain, berbagi dengan orang lain, pentingnya bersikap jujur, dan lain-lain.

Membentuk dasar kepribadian anak
Pada fase golden years, otak anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pengalaman yang didapat si Kecil di periode ini turut membentuk kepribadiannya dan akan memengaruhi sosoknya hingga kelak ia dewasa. Maka dari itu, Prof. Reni mengingatkan, pendidikan karakter memang sebaiknya dimulai sejak dini. Melalui pendidikan anak usia dini, si Kecil akan mendapatkan berbagai contoh dan kegiatan positif yang akan ia ingat dan praktikkan dalam kehidupannya.

Nah, kini Kita paham bahwa mendaftarkan si Kecil ke PAUD memberikan banyak manfaat. Pastikan pembelajaran yang ia dapat di PAUD selaras dengan yang Kita ajarkan di rumah, ya. Sebab, meski pendidikan anak usia dini berpengaruh penting bagi perkembangan si Kecil, namun, peran Kita dan Pap sebagai pendidik utama bagi anak tetap tak dapat tergantikan.

Minggu, 28 Januari 2018

KANAL PELATIHAN IGI

67 KANAL PELATIHAN IGI
Temu Nasional Pelatih yang diselenggarakan tanggal 5 sampai dengan 6 Januari 2018 di Gedung A Kemendikbud Jakarta menghasilkan 67 Kanal yang sudah dinyatakan lolos untuk tahap I oleh tim Penjamin Mutu Kanal Pelatihan. Kriteria yang dinyatakan lolos tersebut adalah terdaftar secara online pada drive yang diumumkan sebelumnya, mengirimkan file presentasi serta menampilkan kanal tersebut pada kegiatan Temu Nasional Pelatih IGI 2018. Kanal-kanal pelatihan IGI yang dinyatakan lolos tersebut sebagai berikut :
  1. SAGUSANOV Abdul Kholiq
  2. SAGUSAE Eliyas Puspa
  3. SAGUSAMIK Abdul Karim
  4. SAGUSAKA Dahli Ahmad
  5. SAGUDELTA Khairuddin
  6. SAGUSAVI Widi Astiyono
  7. SAGUSAMEP Abdul Halim Rahmat
  8. SAGUSARIF Arnold Jacobus
  9. SAGUSAGAME Crysna Rhani Ningrum
  10. SAGUSOFT Anastasia
  11. SAGUSAKU Noer Badriyah
  12. SAGUPASI Rusnani
  13. SAGUSABEST Rina Sugiartinengsih
  14. SAGUSAMOD Heri Yudianto
  15. SAGUMANISAN Muntasir Hak
  16. SAGUTABI Slamet Riyanto
  17. SAMISANOV Aries Eka Prasetya
  18. SAGUSABOT Basman Tompo
  19. SAGUSADO Syukur Salman
  20. SADAR Umi Tira Lestari
  21. SIDARING IGMP Matematika Indonesia
  22. SAGUSAKUPAT Hasim Muhammad
  23. SAGUSAPIJAR Robie Ferli
  24. SAGUSAFIS Nurliyanto
  25. SAGUSAIMORAN Khairil Muhammad Anwar
  26. SAGUSAVID Tri Goesema Poetra
  27. SAGUSABOLA Tantan Sutandi Nugraha
  28. SAGUSAPLET Kasman
  29. SAGUSATOR Yosi Sandra
  30. SAGUSAGU Fathur Rahman
  31. SAGUBASWAY Tri Haryanto
  32. SAGUSAPEN Misnawati
  33. SAGUABAD Zakaria Akhmad
  34. SAGUKANAL Bambang Setiawan
  35. SAGUKAYA Trival Setyadik
  36. SAGUBLOG Amin Mungamar
  37. SAGUBAQU Margiyanto
  38. SAGUPEGTAS Arbain
  39. SAGUWARNA Chandra Sri Ubayanti
  40. SAGUTAPE Shahibah Sain
  41. SAGUSATA IGPAUD Chustini
  42. SAGUSENI Sutriyono
  43. SAGUSAPOINTER Rica Susanti
  44. SAGUSATI Harmoko Mustafa
  45. SAGUSATEG Zulfah Magdalena
  46. SAGUSAGE Yoel Istiawanto
  47. SAGUSABBOOK Rohma Wati
  48. SAGUSAMED Elly Yuliana
  49. SAGUSAMPI Wayan Suwirya
  50. SAGUSAPIR I Gde Wayan Sudiarta
  51. SAGUSAPOP Asep Gunawan
  52. SAGUDISTRO Sesep Ferdiansyah Syaiful Hijrah
  53. SAGUSAVPRES Imran Rosyidi
  54. SAGUSALAY Rawiyah
  55. SAGUSAKTI Noor Baiti
  56. SAGUSATEFA Nur Rohman
  57. SAGUSACAT Ode Abdurrahman
  58. SAGUSALIST Joko Susilo
  59. Maluku Belajar Yandri
  60. SAGUSANTRI Mampuono
  61. MENEMU BALING Mampuono
  62. SAGUSALIN Mampuono
  63. SAGUSAIB Widadi Muslim
  64. SAGUSPEDA Made Mahendra
  65. SAGUBEREN Rahmat Sentana
  66. SAGUSAPER Sumiati
  67. SAGUDIHATI Nurkholis
Kanal-kanal yang dinyatakan lolos akan diberikan legalitas untuk melatih ke seluruh daerah se Indonesia dalam bentuk Surat Keputusan Kepelatihan IGI Pusat dengan ketentuan bagi Kanal yang baru eksis atau terdaftar untuk memberikan laporan kegiatan pelaksanaan pelatihan bagi guru melalui kanalnya dalam rentang waktu 2 bulan minimal satu kali. Laporan pelaksanaan kegiatan dikirim ke email herudbudi@gmail.com. Jika tidak melaksanakan kegiatan selama kurun waktu dua bulan tersebut, maka kanal yang diumumkan di atas bisa dinyatakan gugur dan tidak memperoleh SK Kepelatihan. Sementara pada beberapa kanal yang sudah eksis diharapkan akan terus melaksanakan implementasinya secara konsisten dan reguler serta berkembang ke beberapa daerah.
Kanal-kanal tersebut di atas jika memiliki karakter yang sama dan menggunakan tools yang sama serta ouput juga sama, maka kanal tersebut akan dimerger dan diindukkan pada suatu kanal yang aktif dan sudah bergerak secara konsisten. Sementara bagi kanal yang tidak tertera pada list di atas, dinyatakan belum lolos dan diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi kanal Tahap II.
Tim Penjamin Mutu Kanal Pelatihan IGI terdiri dari Ketua Pak Abdul Karim serta dibantu oleh segenap anggotanya yaitu, Khairuddin, Dahli Ahmad, Abdul Halim Rahmat, Abdul Kholiq, Herwin Hamid, Eliyas, Noberta dan Rika Sri Derma.